Surat untuk ibu pertiwi - I



Ibu pertiwi...
Apa kabarmu saat ini..??
Ibu..
Impianmu saat ini berakibat fatal
Anak bangsa yang engkau didik
dengan penuh harap itu
memiliki ambisi seperti bendungan pecah

ibu pertiwi...
mungkin hujan menggambarkan raut wajahmu saat ini
menangis terisak isak tanpa ada yang dapat kau perbuat lagi
penerusmu kini menjajah negeri sendiri
menghalalkan segala cara mendamaikan pribadi

ibu pertiwi...
rasa cinta akan negeri ini perlahan terbakar
seiring asap yang mereka hembuskan di langit cerah
seiring luapan banjir menggenangi bumi
seiring pengajaran yang menyimpang yang mereka pertontonkan

ibu peritiwi...
inikah tujuan muliamu menuntun mereka...?
inikah niat sucimu mengajarkan mereka...?
tidak tidak dan tidak
mungkin itulah jawabanmu pada setiap rintik hujan yang jatuh

Tapi, sekarang ibu bisa apa..?
Jangan lagi menangis bu..?
Air matamu akan tersia-siakan oleh anak-anakmu
Mereka tak lagi mengikuti  nurani
Yang mereka punya saat ini adalah
Ambisi kembali menjajahmu dan duduk disinggasana
Yang mereka sama sekali tak mengerti
Bagaimana dulu engkau menciptakan penduduk singgasana
Yang mengayomi teladan
dalam bertetangga, bermasyarakat dan bernegara

ibu..
bangunlah sejenak bu..
ajarkan kami kembali mengingat budi pekerti
nilai-nilai luhur yang engkau semaikan diseluruh pelosok negeri
untuk kembali membangun ibu pertiwi yang berdikari

Komentar

Postingan Populer